Analisis Investasi & Informasi Pasar Indonesia

Mengenal Reksadana

Saat ini, berinvestasi sudah menjadi hal penting dalam pengelolaan keuangan, dibandingkan sekadar menyimpan uang di bank. Melalui investasi, selain ini juga sarana untuk menyimpan uang kita dapat mengembangkan dana yang kita miliki untuk kebutuhan di masa depan, misalnya untuk biaya pendidikan anak atau membeli rumah yang semakin mahal.

Instrumen investasi banyak jenisnya. Di sektor riil bisa melalui properti dan emas. Di sektor finansial ada deposito, saham, obligasi, dan lainnya. Salah satu instrumen investasi di bidang finansial yang cukup menarik adalah reksa dana.

Menurut Undang-Undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27) dinyatakan Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat (pemodal, investor) yang untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI).

Dengan demikian Reksadana diartikan sebagai bentuk atau pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen jasa keuangan seperti saham, surat hutang, valuta asing, pasar keuangan.

Kumpulan dana itu dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Manajer invetasi inilah yang akan melakukan investasi dana-dana tersebut dan mengelolanya untuk mencapai tujuan, yaitu meningkatkan nilainya.

Jika dibandingkan dengan tabungan dan deposito yang dalam setahun masing-masing menghasilkan rata-rata imbal hasil (return) sekitar 1 persen dan 6 persen, maka reksadana dapat menghasilkan return lebih tinggi. Misalnya, reksa dana saham bisa menghasilkan rata-rata return mencapai sekitar 20 persen. Meski demikian, patut dicatat bahwa investasi di reksa dana memiliki risiko yang tidak kecil. Jika tabungan dan deposito dapat terkena risiko inflasi, maka risiko reksa dana tergantung pada surat berharga yang dibeli. Reksa dana saham, misalnya, rentan terhadap risiko pergerakan harga saham.

Secara sederhana reksa dana terbagi dalam empat jenis, dimana masing-masing dibedakan berdasarkan kecendrungan instrumen jasa keuangan yang akan dimanfaatkan dalam mencapai tujuannya, yaitu:

  1. Reksadana Pasar Uang (RDPU): Pada RDPU, manajer investasi (MI) menginvestasikan uang anda ke dalam instrumen-instrumen investasi pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi (surat utang) yang jangka waktunya < 1 tahun.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT): Pada RDPT, MI akan menginvestasikan sebagian besar uang anda ke dalam obligasi. Sisanya bisa diinvestasikan ke saham dan/atau instrumen-instrumen investasi pasar uang.
  3. Reksadana Campuran (RDC): Pada RDC, MI akan menginvestasikan uang anda secara berimbang ke dalam saham dan obligasi.
  4. Reksadana Saham (RDS): Seperti yang sudah anda ketahui, pada RDS, MI akan menginvestasikan sebagian besar uang anda ke dalam saham. Sisanya bisa diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen investasi pendapatan tetap dan pasar uang.
Masing-masing jenis reksa dana memiliki karakternya masing-masing di mana secara umum jenis nomor 1 (RDPU) dan nomor 2 (RDPT) memiliki potensi yang lebih pasti dengan resiko minimum namun tingkat keuntungan biasanya tidak banyak, sekitar 6% sampai dengan 10% per tahun. Selanjutnya nomor 3 (RDC) dan nomor 4 (RDS) memiliki potensi yang lebih tinggi dengan resiko lebih besar. Untuk  RDS misalnya, dapat memberikan keuntungan antara 12% hingga 40% namun jenis RD ini juga memiliki potensi kerugian mengingat pergerakan harga saham yang dinamis (naik-turun) sesuai kondisi pasar.

Untuk itu, dalam memilih RD meskipun dana investasi akan dikelola oleh MI, kita tetap harus cermat mempertimbangkan pilihan. Saat ini mungkin ada puluhan MI yang menawarkan produk reksadananya masing-masing dengan berbagai macam nama, dan mungkin terdapat ratusan produk RD di Indonesia dan MI tersebut. Untuk itu jangan lupa untuk mengenali lebih dalam baik pengalaman prestasi MI maupun RD-nya.

Informasi ini dapat diketahui melalui prospektus, yakni dokumen berisi kebijakan investasi seperti strategi investasi, ke mana saja dana diinvestasikan, serta legalitas dan pihak-pihak pendukung, seperti bank kustodian, akuntan, ataupun kantor hukum. Prospektus diterbitkan oleh Manajer Investasi yang mengelola produk reksa dana dimaksud. Dengan demikian anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalisir potensi kerugian.

Khususnya pada saat waktu masuk/investasi saham, alangkah baiknya untuk melihat kondisi pasar modal / pasar saham terlebih dahulu.
Share:

FAQ Investasi Saham untuk Pemula

Ringkasan Tanya Jawab Belajar Investasi Saham untuk Pemula

1. Apa itu Saham?

Saham adalah bukti kepemilikan dari suatu perusahaan. Jadi kalau Anda membeli dan memiliki saham, berarti Anda adalah menjadi pemilik perusahaan tersebut.

2. Potensi Keuntungan Investasi Saham

Ada 2, yang pertama adalah capital gain yaitu keuntungan dari selisih kenaikan harga beli dan jual saham, dan yang kedua adalah dividen yaitu bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham atau Investor.

3. Risiko Investasi Saham

Yang pertama adalah capital loss, merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu ketika investor atau pemegang saham menjual saham lebih rendah dari harga beli.

Yang kedua adalah risiko likuidasi, yaitu kondisi dimana kinerja perusahaan buruk atau mengalami masalah hukum, dan akhirnya bangkrut. Jika hal ini terjadi, maka seluruh kekayaan perusahaan harus diprioritaskan untuk melunasi kewajiban (hutang) dahulu. Dan jika ada sisanya, barulah dibagikan ke pemegang saham atau Investor.

4. Cara Beli dan Jual Saham

Investor tidak dapat datang begitu saja ke Bursa Efek Indonesia (BEI), membawa uang cash, dan untuk beli saham perusahaan. Pembelian saham dilakukan melalui pihak perantara, yaitu perusahaan sekuritas atau broker.

[ Baca Juga : Bagaimana Cara Membeli dan Menjual Saham? ]

5. Apa itu Sekuritas?

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang telah memperoleh izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perantara perdagangan saham. Jadi kita harus mendaftar dulu ke sekuritas tersebut untuk membuka rekening saham, setelah selesai mendaftar kita dapat bertransaksi jual beli saham lewat aplikasi (online).

6. Cara Memilih Sekuritas

Pilihlah sekuritas yang kredible. Cek apakah mereka memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) atau Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tercatat oleh Bursa Efek Indonesia. Untuk mudahnya daftar sekuritas dapat dicheck melaui tautan berikut https://www.idx.co.id/investor/buka-rekening-online/

7. Cara dan Syarat Membuka Rekening Saham

Dapat datang langsung ke kantor sekuritas, atau daftar lewat online melaui websitennya. Syarat yang dibutuhkan adalah: KTP, NPWP (jika ada), dan Buku tabungan. Ada banyak sekuritas yang menerima setoran mulai dari Rp 100.000 sebagai modal investasi awal.

8. Cara Beli dan Jual Saham lewat Online

Masing masing sekuritas memiliki fasilitas jual beli saham online baik melalui website, maupun melalui aplikasi di android atau iOS.Jangan khawatir, tidak akan rumit, anda dapat mengikuti panduan atau video yang disediakan oleh Sekuritas tersebut.

[ Baca Juga : Bagaimana Cara Membuka Rekening Saham? ]

9. Minimum Pembelian Saham

1 lot atau 100 lembar saham. Jadi jika saat ini saham Bank BRI (BBRI) dihargai Rp 4.000 per lembar saham, maka Anda harus membayar Rp 400.000 untuk 1 lot saham BBRI.

10. Biaya Transaksi Saham

Sekitar 0,2%-0,35% untuk setiap transaksi, sudah termasuk di dalamnya 0,1% pajak penghasilan (Pph). Untuk Dividen, pajaknya sebesar 10% dari nilai dividen yang diterima jika Anda memiliki NPWP.

11. Bukti Kepemilikan Saham

Sebagai bukti dari Anda sudah memiliki saham yang Anda beli dan miliki, maka akan ada pesan yang masuk ke email Anda berupa detail informasi dari transaksi Anda. Selain itu Anda juga dapat melakukan verifikasi kepemilikan saham Anda lewat website https://akses.ksei.co.id, dimana untuk dapat login ke website tersebut Anda dapat meminta ke Sekuritas untuk memberikan single investor identification (SID).

12. Saham Apa yang Pertama Kali Anda Beli?

Jangan asal membeli saham dari rekomendasi orang lain, lakukan analisa sendiri. Untuk investasi sebaiknya lakukan analisa fundametal untuk mencari perusahaan berfundamental baik. Cirinya perusahaan ini dikenal publik, punya usaha yang jelas, produknya laku di pasaran, menghasilkan keuntungan, tidak banyak utang, manajemen transparan dan sebagainya.

[ Baca Juga : Tips Investasi Saham Bagi Investor Pemula ]

Teruslah belajar dengan membaca buku, atau referensi dari internet, mengikuti kelas atau materi-materi pembelajaran dari youtube.
Share:

Investasi Melalui Asuransi?

Setiap orang tentu ingin memiliki aset/finansial yang terus berkembang. Diantaranya memimpikan untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik melalui investasi dalam berbagai macam bentuknya untuk meraih keuntungan guna meningkatkan kemapuan finansial di saat ini dan masa mendatang.

wanitabercerita.com
Diantara model investasi yang banyak ditawarkan saat ini, salah satunya adalah investasi yang dilekatkan dengan produk asuransi. Tidak tanggung-tanggung, investasi yang melekat pada produk asuransi ini sering kali dipromosikan dengan menawarkan nilai hasil yang fantastis, tidak hanya jutaan, bahkan bisa ratusan atau milyaran rupiah nilai manfaat yang dijanjikannya.

Jika datang tawaran ini dari sales, rekan atau teman anda, jangan terburu nafsu, sebaiknya anda bisa bersikap lebih kritis, sebelum memutuskan untuk ikut serta. Apakah investasi melalui asuransi dapat memberikan manfaat yang tepat dari usaha/dana yang anda keluarkan?

[ Baca Juga : Yuk! Kenalan dengan Investasi Saham ]

Hal-hal mendasar yang perlu dicermati dari suatu produk asuransi adalah sebagai berikut

1. Sejatinya, asuransi adalah berbentuk layanan perlindungan/jaminan

Maka bentuk layanan lain, dalam hal ini investasi yang ada atau diberikan oleh asuransi adalah layanan tambahan. Jaminan/perlindungan yang dijanjikan mungkin nilainya cukup besar, namun perlu diingat jaminan/perlindungan tersebut sebenarnya bukanlah hasil investasi, melainkan kompensasi keanggotaan yang hanya akan didapatkan jika syarat/kondisi tertentu (yang tidak kita inginkan) terjadi.

Sedangkan layanan tambahan yang dimaksud juga adalah "tabungan" yang disisipkan dalam nilai pembayaran premi. Sejatinya tabungan inilah yang diolah oleh perusahaan asuransi untuk dikelola sebagai dana investasi. Jadi harus disadari bahwa tidak semua dana asuransi yang anda bayarkan adalah invistasi melaikan hanya sebagian.

2. Tidak ada layanan asuransi yang gratis

Mengikuti asuransi, seperti mengikuti keanggotan organisasi berbayar. Dengan membayar nilai tertentu (premi) pada suatu lembaga asuransi, seseorang mendapatkan layanan perlindungan/jaminan atas suatu kejadian  sesuai dengan perjanjian yang disepakati bersama.

Namun ketika anda berhenti membayar, secara sengaja atau tidak, maka hal tersebut berpotensi menghapus perlindungan/jaminan anda, bahkan tabungan investasi anda yang melekat di dalamnya juga bisa habis karena pada umumnya, ketika pembayaran premi rutin tidak diterima, perusahaan menetapkan penarikan dana otomatis dari nilai investasi yang telah terbentuk untuk pembayaran premi asuransinya.

3. Tidak ada batas waktu "bebas bayar premi asuransi"

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bila anda berhenti membayar maka layanan perlindungan tersebut akan terhenti. Lalu bagaimana bisa ada sales yang menyampaikan hal seperti "asuransi ini cukup dibayar 15 atau 20 tahun, setelah itu anda tidak perlu membayar lagi."?

Ingatlah bahwa dalam pembayaran premi terdapat tabungan investasi, maka sales tersebut menyampaikan hal tersebut dengan asumsi imbal hasil investasi telah akan dapat menutupi kewajiban pembayaran premi.

Hal ini hanya dapat terjadi bila, nilai investasi tidak pernah diambil, artinya kita membiarkan dana investasi tetap mengendap dan tidak menikmati hasil investasi tersebut. Namun jika sebagian tabungan investasi diambil, misalnya anda ada kebutuhan dimana tidak ada sumber lain untuk menutupinya, tentunya akan mengurangi hasil investasi.


4. Nilai manfaat asuransi adalah nilai dengan syarat/kondisi tertentu

Bila syarat/kondisi terpenuhi (terjadi keadaan-keadaan yang dijaminkan) barulah nilai manfaat tersebut dapat diterima. Jika tidak terjadi, sampai kapan pun kita tidak akan menerima nilai manfaatnya.

Kondisi dimaksud memang sepatutnya bukan kondisi yang kita harapkan, namun jika kondisi tersebut sampai terjadi dan kita telah mengikuti suatu progam asuransi yang menjaminnya, (baik terbatas maupun keseluruhannya) tentunya kita akan terbantu.

5. Top Up investasi dikenakan fee yang mahal

Asuransi yang memiliki fungsi tabungan invetasi, ada yang membuka fasilitas top up (membeli unit link) di luar pembelian dari iuran rutin asuransi tersebut untuk menambahkan dana yang diinvestasikan. Namun sayang, biasanya fee top up yang dikenakan umumnya cukup besar dibandingkan dengan fee instrumen keuangan yang memang difokuskan untuk investasi, (seperti misalnya membeli reksadana atau saham).

Jadi apakah asuransi menjadi sarana investasi yang tepat? Keputusan tersebut kembali kepada anda sendiri mempertimbangkannya.

[ Baca Juga : Berapa Modal Awal Investasi Saham? ]

sumber : Muhammad Soleh
Share:

Memahami Tabungan, Investasi dan Asuransi

www.freepik.com
Marketing produk perbankan selalu dibuat sangat menarik bagi konsumen. Dengan ilustrasi menggiurkan, iming-iming hadiah serta "nilai tambah" lainnya, dapat membelokkan tujuan awal kita dan mengakibatkan pemilihan produk perbankan yang tidak tepat. Hal ini dapat merepotkan, bahkan merugikan kita di masa yang mendatang.

Agar tidak salah dalam memilih mari kenali konsep dasar dari masing-masing produk perbankan tersebut.

Tabungan

Tabungan, adalah produk perbankan yang paling populer dan paling dikenal masyarakat. Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai persyaratan tertentu yang telah disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro atau alat lainnya yang disamakan dengan itu.

Adapun tujuan menabung di bank adalah untuk menyisihkan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan kebutuhan masa depan dan sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha baik secara individu maupun kelompok.

Seiring dengan perkembangan zaman yang makin modern, telah terjadi perubahan karakteristik dari tabungan sebagai diantaranya berikut:
  • Sebagai sarana penyimpanan jangka pendek, bahkan dengan kemudahan tarik tunai atau pun transaksi elekronik saat ini, tabungan dapat dianalogikan sebagai "dompet elektronik" yang mengantikan peran uang tunai di dalam dompet.
  • Tidak/kurang memiliki manfaat investasi, karena pertumbuhan nilai aset, atau dalam hal ini tingkat suku bunga sangat kecil.
  • Minim risiko/hampir tidak berisiko apapun, bahkan sampai dengan nilai tertentu dijamin oleh Pemerintah.

Investasi

Definisi Investasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan.

Manfaat produk investasi lebih berorientasi peningkatan aset dalam bentuk imbal balik dari dana yang kita investasikan. Karakteristik investasi diantaranya adalah berikut ini:
  • Untuk kepentingan manfaat jangka menengah, bahkan cederung untuk jangka panjang.
  • Harapan pertumbuhan atau penambahan nilai aset lebih tinggi dari tabungan.
  • Dapat berisiko kerugian, dan sebagian besar tidak dijamin oleh Pemerintah.
Investasi dalam bentuk produk perbankan ada banyak pilihan, antara lain: deposito, obligasi, saham, reksadana, dan sebagainya.

Meskipun sebagian besar investasi tidak dijamin oleh Pemerintah, namun bukan berarti tidak ada pengawasan dari Pemerintah. Semua jasa keuangan di Indonesia, termasuk produk investasi yang resmi diawasi oleh Lembaga Pemerintah yang bernama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. OJK adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, dan menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.

[ Baca Juga : Yuk! Kenalan dengan Investasi Saham ]


Asuransi

Wikipedia menjelaskan, bahwa Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Secara sederhana istilah "diasuransikan" biasanya merujuk pada segala sesuatu yang mendapatkan perlindungan. Perlindungan yang dimaksud dalam hal ini adalah dengan mentransfer resiko yang dinilai secara finansial kepada suatu perusahaan asuransi.

Sejatinya, asuransi hanya berbentuk perlindungan, namun dalam perkembanganya asuransi, khususnya asuransi jiwa dan kesehatan seringkali dikombinasikan dengan investasi. Bentuk seperti inilah yang kini "populer" ditawarkan oleh sales/agen asuransi. Apabila kita tidak memperhitungkan dan mempertibangkan dengan baik maka kita bisa keliru yang mengakibat nilai mafaat yang kita terima tidak optimal atau bahkan merasa dirugikan oleh asuransi.

[ Baca Juga : Investasi Melalui Asuransi? ]
Share:

7 Tips Investasi Saham Bagi Investor Pemula



Menjadi investor saham, tidaklah semudah yang dikatakan. Memang praktiknya seperti hal yang sederhana, membeli, menunggu harga naik, kemudian menjual saham yang dipegang. Namun, tanpa pengetahuan dan pengalaman yang cukup, investasi saham bisa berisiko kerugian.

Investasi saham merupakan investasi yang berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar, namun juga memiliki risiko yang besar (high risk high return). Menghadapi hal tersebut tentunya setiap investor harus berhati-hati dalam investasi saham. Apalagi bagi investor pemula yang belum berpengalaman.

[ Baca Juga : Pontensi Keuntungan yang Didapatkan dari Investasi Saham ]
[ Baca Juga : Apa Risiko Investasi Saham ]

Berikut ini adalah tips untuk meraih keuntungan dan menghindari risiko terjadinya kerugian dari investasi saham,

1. Mulai dengan nilai investasi yang kecil dahulu. Tujuan utamanya adalah untuk proses belajar.

Jika Anda belum terlalu mengenal pasar saham, disarankan untuk memulai dengan modal minimal terlebih dahulu. Sehingga bila salah pilih saham maka kerugian yang terjadi tidak terlalu besar. Anda perlu membiasakan dengan software untuk jual beli saham, belajar analisis saham, merasakan emosional fluktuasi/volatilitas saham serta mengambil keputusan dalam portofolio. dan sebagainya, semua itu perlu waktu. Jika sudah mantap, silakan menambah nilai investasi Anda.

2. Lakukan Analisis saham, cari saham perusahaan berfundamental baik.

Saat ini diketahui ada dua cara analisis yang umum dilakukan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Untuk investasi sebaiknya lakukan analisa fundametal untuk mencari perusahaan berfundamental baik. Cirinya perusahaan ini dikenal publik, punya usaha yang jelas, produknya laku di pasaran, menghasilkan keuntungan, tidak banyak utang, manajemen transparan dan sebagainya.

[ Baca Juga : Mengenal Analisis Fundamental Saham ]

3. Saham blue chip, sebagai opsi awal.

Saham blue chip biasanya ramai diperdagangkan, sehingga bisa dikatakan sangat liquid di pasar saham, dan pergerakan harganya secara umum stabil. Volatilitas harga sahamnya cenderung rendah, dimana sangat jarang terjadi kenaikan atau penurunan yang terlalu jauh dalam perdagangannya. Dengan demikian resiko kerugian dalam bentuk capital lost dari saham ini bisa dikatakan rendah.

4. Jangan tergiur untuk membeli saham gorengan.

Saham gorengan umumnya pergerakan harganya tidak jelas sebabnya. Ketika saham ini ramai diperdagangkan, kenaikan atau penurunan harga saham gorengan bisa bergerak sangat drastis bahkan bisa mencapai batas atas perdagangan (ARA: Auto Reject Atas) atau batas bawah pedagangan (ARB: Auto Reject Atas). Ini yang membuat saham lapis tiga cukup rawan dipermainkan harganya oleh pelaku pasar yang bermodal besar. Saham gorengan saham ini yang dapat menyesatkan investor atau trader awam dengan membeli saham pada posisi harga saham yang kemahalan dari harga seharusnya.

[ Baca Juga : Kenali Saham Blue Chips, Second Liner, dan Saham Gorengan ]

5. Fokus pada jangka panjang.

Pasar saham sangat berisiko dalam jangka pendek karena fluktuatif. Namun investasi bisa aman dalam jangka panjang yaitu pada saham perusahaan yang berfundamental baik. Semakin lama investasi, semakin besar tingkat keuntungan. Berdasarkan sejarah pasar saham Indonesia, terbukti bahwa jika kita investasi berupa saham dalam jangka panjang, maka peluang meraih return sekitar 12% pertahun (angka ini didapat perkiraan kenaikan IHSG dalam jangka panjang).

6. Lakukan diversifikasi portofolio.

Don't put all your eggs in one basket. Belilah beberapa saham dengan sektor indutri yang berbeda untuk menekan risiko. Memiliki beberapa saham mebuat risiko kerugian lebih kecil dari pada membeli hanya satu jenis saham. Jika satu saham berkinerja turun, kemungkinan saham lain bisa naik. Namun perlu dipahami diversifikasi bukan sekedar asal memisahkan alokasi dana dengan membeli saham secara sembarangan. Investor tetap harus melakukan analisis pada setiap saham dengan proyeksi untuk mendapat keuntungan di masa depan.

[ Baca Juga : Apa yang Dimaksud Diversifikasi Portofolio? ]

7. Lakukan review portofolio dan analisis ulang secara berkala.

Review bisa setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau setahun sekali. Tujuannnya adalah jika ada saham yang salah pilih, tidak bagus kinerjanya, misalnya produknya gagal di pasaran, merugi, dan sebagainya, maka alikasi investasinya bisa dipindah dengan saham lain yang lebih baik.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kemungkinan Anda meraih keuntungan di pasar saham.

Share:

Recent Posts

Popular Post